Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Friday, 19 October 2012

Planet Hunian Alien Sudah Ditemukan?


Astronom mengklaim telah menemukan dua planet "alien" (asing) yang berputar di sepasang bintang. Astronom mengatakan bahwa sepasang bintang ini merupakan sistem tata surya dengan matahari kembar yang menyerupai dunia fiksi Luke Skywalker (star wars), Tatooine.

Dilansir MSN, Sabtu (1/9/2012), sebagian besar bintang seperti matahari dan planet-planet, termasuk bumi, bukan merupakan bintang yang "lajang" (bintang tunggal).  Astronom mengungkapkan bahwa matahari memiliki pasangan yang mengorbit satu sama lain.


Ilmuwan menemukan planet dalam sistem biner, yang disebut planet circumbinary dengan dua matahari seperti Tatooine dalam kisah Star Wars. Untuk menemukan planet circumbinary, astronom menganalisis data dari teleskop luar angkasa Kepler NASA.

Teleskop luar angkasa tersebut telah mendeteksi lebih dari 2.300 potensi planet alien sejak peluncurannya pada Maret 2009. Hingga saat ini, Kepler berhasil mendeteksi empat sistem dengan planet circumbinary, Kepler-16, 34, 35 dan 38.

Ilmuwan kini mengumumkan deteksi dari Kepler-47, yaitu sistem pertama terkait planet asing yang melingkari sepasang bintang. Bintang dan planetnya tersebut, disebut Kepler-47b dan Kepler-47c, yang berdiam sekira 5000 tahun cahaya di konstelasi Cygnus.

"Kepler-47 menunjukkan kepada kami bahwa bintang biner memiliki kedekatan dengan sistem planet, seperti yang kami lihat di bintang tunggal," ujar peneliti Jerome Orosz di San Diego Sate University kepada SPACE.com.

Menurutnya, Sebagian besar bintang di galaksi berada dalam biner atau beberapa sistem tertinggi. Sehingga, fakta bahwa planet dapat hadir dalam sistem jenis ini adalah penting.

"Jika kami dibatasi untuk mencari planet di sekitar bintang tunggal, kami akan kehilangan sebagian besar bintang di galaksi," pungkasnya.

Catatan
Analisa dan teori planet asing tersebut sebagai tempat tinggal alien masih perlu dipertanyakan. Perlu banyak penelitian dan pembuktian akan hal tersebut. Yang pasti, temuan bintang kembar dan planet lain yang memiliki sumber kehidupan seperti bumi merupakan lompatan besar dalam bidang sains astronomi.

Sumber: scoop.it

Deja Vu yang Masih Menjadi Misteri...


Pernah mengalami situasi yang secara sadar kamu mengenal betul situasi itu, dan yakin telah kamu lalui sebelumnya? Atau mungkin mengalami suatu situasi saat kamu bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dan kemudian hal itu benar-benar terjadi seperti yang kamu rasakan karena telah kamu lalui sebelumnya? Jika kamu pernah mengalami hal-hal tersebut, itulah yang dinamakan Deja vu.
 
  
Apakah Deja vu itu? 
 
Deja vu, diambil dari Bahasa Perancis, adalah suatu perasaan ketika seseorang mengalami sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Singkatnya, deja vu berarti, "pernah mengalami."

Deja vu merupakan peristiwa di mana seseorang merasa yakin telah mengalami situasi baru sebelumnya. Selama mengalami sebuah situasi baru, seseorang merasakan suatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lalu. Seseorang merasa telah melalui hal yang sama baru saja terjadi di masa lalu atau telah melihat hal itu dalam mimpinya.

Istilah Deja vu ini pertama kali diperkenalkan oleh Emile Boirac yang merupakan seorang peneliti di bidang psikologi berkebangsaan Perancis. Kebanyakan mereka yang mengalami Deja vu mengklaim telah melihat sesatu dalam mimpi mereka atau sangat yakin telah melihat itu beberapa waktu yang lalu.

Sekelompok orang mengasosiasikannya dengan gangguan pada otak sedangkan lainnya menghubungkan Deja vu dengan kehidupan lain di masa lalu. Apa sih sebenarnya Deja vu ini? Mari kita telusuri bersama.

 
Beberapa Jenis Deja vu
 
Deja Senti: perasaan ini merujuk pada sesuatu "yang sudah dirasakan". Hal itu merupakan fenomena kejiwaan dan para peneliti meyakini bahwa sesuatu yang telah dirasakan di masa lalu itu sangat mirip dengan yang dirasakan saat ini. Kesamaan pada kedua pengalaman tersebut membuat seseorang merasa bahwa dia telah merasakan hal yang sama di masa lalu.

Deja Vecu: suatu perasaan bahwasanya segala sesuatu yang sedang terjadi baru saja itu identik dengan apa yang terjadi sebelumnya serta satu gagasan tidak wajar tentang apa yang akan terjadi berikutnya. Diterminologikan sebagai Deja vecu. Seseorang yang mengalami perasaan Deja vecu mengklaim telah mengetahui apa yang sedikit lagi akan terjadi dan kadang kala merasa telah mengingat hal tersebut.

Deja Visite: bentuk Deja vu ini merupakan suatu perasaan pernah mengunjungi suatu tempat yang benar-benar baru. Seseorang yang mengalami bentuk Deja vu ini mengklaim memiliki pengetahuan tentang sebuah tempat yang belum dikunjungi. Seseorang mengklaim mengetahui letak geografi suatu tempat, ketika dia belum pernah ke sana dalam kenyataannya.

Para peneliti telah lama mencari berbagai sebab di balik Deja vu. Mereka mengasosiasikan penyakit-penyakit seperti schizophrenia, kegelisahan atau gangguan neurologi lainnya. Para peneliti belum mencapai kesuksesan dalam membangun hubungan antara penyakit-penyakit tersebut dengan Deja vu.

Namun, para peneliti telah menemukan bahwa Deja vu bisa saja merupakan hasil dari kegagalan sistem kelistrikan otak. Deja vu dipercaya sebagai suatu sensasi yang salah pada ingatan atau memori.

Beberapa obat-obatan juga dipercaya sebaga salah satu faktor yang memicu Deja vu. Obat-obatan seperti amantadine dan phenylpropanolamine telah diteliti sebagai penyebab perasaan Deja vu. Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan aksi hyperdopaminergic pada area mesial temporal otak yang menyebabkan Deja vu.

 

Deja Vu dalam lab

Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. 

Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. 

Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.

Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. 

Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.
 



Otak manusia merupakan organ yang kompleks dan sangat menarik. Sudah merupakan kecenderungan, bahwa otak untuk menarik kesimpulan dari berbagai situasi yang berbeda. Otak seringkali mencoba untuk bereksperimen mereproduksi suatu situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Oleh karena itu antisipasi beberapa kejadian oleh seseorang bisa membuat orang tersebut berpikir bahwa dia telah mengalami suatu kejadian yang sama di masa lalu.

Yang menarik di sini, bisa saja terjadi bahwa salah satu dari mata kita melihat sesuatu sebelum mata yang lain. Satu mata merekam kejadian sebelumnya. Mata yang lainnya, yang merekam kejadian yang sama beberapa milidetik kemudian, membuat otak merasakan ingatan.

Salah satu mata merasakan sesuatu dan otak mengartikannya. Mata lain yang tertinggal beberapa milidetik merasakan hal yang sama dan mengirim gambar tersebut ke otak. Begitu otak merasakan hal yang sama beberapa milidetik kemudian, orang tersebut merasa bahwa dia telah melihat itu sebelumnya. Namun gagasan ilmiah ini tidak dapat menjadi alasan tepat untuk Deja vu karena orang yang hanya memiliki satu mata juga mengalami Deja vu.

Pada akhirnya, deja vu masih jadi misteri ilmu pengetahuan. Beberapa teori terkait dengan Deja vu pada kemampuan fisik tertentu yang dimiliki manusia. Di lain pihak, orang lain mengatakan bahwa perasaan Deja vu merupakan hasil dari kehidupan lain di masa lalu.

Foto Langka Virus-virus Paling Mematikan di Dunia

Sepintas Anda mungkin menganggap gambar-gambar berikut sebagai sebuah karya seni modern, namun faktanya foto-foto ini sebenarnya menunjukkan beberapa virus paling mematikan yang ada di dunia. Termasuk diantaranya antrax dan ebola.

Gambar-gambar menakjubkan ini diambil oleh para fotografer sains di Eye of Science, Jerman, Mereka mengambil koleksi sampel dari Science Photo Library di London.

Kemudian, sampel tersebut diabadikan menggunakan teknologi fotografi terbaru yang memungkinkan setiap materi super kecil diperbesar hingga lebih dari 18 ribu kali.

Salah satu contohnya adalah foto virus yang menyebabkan wabah Black Death di Eropa sekitar tahun 1664-1665. Contoh lainnya adalah virus yang menyebabkan wabah SARS, yakni penyakit paru-paru fatal yang pertama kali merebak di China tahun 2002.

"Di masa lalu, gambar ini akan digunakan semata-mata untuk penelitian," ujar Mark Abbott dari Photo Library Science. 

"Beberapa gambar telah dibandingkan dengan karya seni dan bahkan direproduksi dalam buku-buku seni. Kami mendapat respon yang luar biasa. Itu benar-benar membantu untuk berbagi ilmu dengan masyarakat umum, terutama anak-anak."


Bakteri e-coli, diperbesar menjadi 17 ribu kali.



Virus polio ini diperbesar hingga 90 ribu kali.



Virus influenza, diperbesar hingga 230 ribu kali.



Virus SARS (berwarna merah), diperbesar hingga 56 ribu kali.



Virus ebola, diperbesar hingga 12.500 kali.



Virus cacar, diperbesar hingga 28.500 kali.



Bakteri meningitis, diperbesar hingga 33 ribu kali.



Streptococcus pneumoniae, menyebabkan penyakit pneumonia.



Bakteri Plague, penyebab wabah Black Death di Eropa pertengahan abad ke-14.



Bacillus anthracis bacteria, bakteri penyebab wabah antrax.



Bakteri tubercolosis, jika mencapai paru-paru akan menjadi fatal.



Borrelia burgdorferi, menyebabkan penyakit lyme pada manusia.

Sumber : o-buzz-o.blogspot.com

Manusia Bukan Penduduk Asli di Bumi?


Para ilmuwan menguak, manusia dan segala mahluk di dalamnya mungkin adalah pendatang di planet biru. Ini terkait dengan asal-usul kehidupan di Bumi. Para ilmuwan berteori, mikroba ekstraterresterial mungkin telah membawa kehidupan di Bumi, setelah menempuh perjalanan di luar angkasa selama jutaan tahun.

Teori tersebut berdasarkan kalkulasi yang menunjukkan, kemungkinan besar fragmen batuan dari sistem tata surya lain mendarat ke Bumi. Beberapa dari mereka bisa jadi mengandung mikroorganisme, demikian ditulis ahli dalam jurnal Astrobiology.
zazzle.com


Penelitian menunjukkan, mahluk sejenis kumbang yang dalam kondisi dormant alias tidak aktif tapi masih bernyawa, bisa selamat dalam perjalanan panjang ruang angkasa, meski berada dalam tingkat radiasi kosmik yang tinggi.

Tak hanya menuju bumi, mahluk hidup sederhana itu mungkin juga telah melakukan perjalanan dari Bumi ke planet lain di luar Tata Surya. Proses tersebut disebut sebagai lithopanspermia. Yang juga bisa berarti alam semesta dipenuhi kehidupan serupa di Bumi.

"Studi kami mengungkap lithopanspermia mungkin terjadi, ini mungkin makalah pertama yang  mendemonstrasikan soal itu," kata peneliti utama, Dr Edward Belbruno, dari Princeton University, Amerika Serikat. "Jika mekanisme ini benar, maka ia memiliki implikasi terhadap kehidupan di alam semesta secara keseluruhan. Itu bisa terjadi di manapun.

Erupsi gunung berapi dahsyat, tabrakan meteor, dan tubrukan antar benda langit membuat fragmen batuan dari sebuah planet terbang ke luar angkasa.

Diduga, saat saat Tata Surya masih muda, dan Matahari jauh lebih dekat dengan para tetangganya dibanding sekarang, sejumlah puing-puing bisa jadi dipertukarkan antar planet yang mengorbit ke bintang berbeda.

Puing itu melakukan perjalanan relatif lambat, memberi peluang untuk tertangkap oleh gravitasi planet di dekatnya.


Simulasi Teori

Untuk mengurai teori ini, para peneliti menggunakan program komputer untuk melakukan simulasi gugus bintang di mana Matahari lahir. Mereka menemukan, fragmen batu yang terlontar dari Tata Surya dan tetangga terdekatnya, dengan perbandingan antara lima sampai 12 dari 10.000 puing bisa ditangkap planet yang lain.

Selama periode 10 juta hingga 90 juta tahun, diperkirakan antara 100 triliun dan 30 kuadriliun  benda dengan bobot lebih dari 10 kilogram telah melaui proses transfer seperti ini.

cansars.blogspot.com


Ilmuwan menduga, organisme yang sampai di Bumi menemui sebuah lingkungan yang ditutupi air. Bumi memiliki air di permukaannya sejak Tata Surya baru berusia 288 juta tahun, membuat planet biru siap untuk menerima mikroba alien.

Penulis lain, Dr Amaya Moro-Martin, astronom dari  Centro de Astrobiologia, Spanyol mengatakan, studi mereka berhenti ke tahap di mana material padat yang terlontar dari suatu planet, tiba di planet kedua.

Sementara, dia menambahkan, proses lithopanspermia bisa terjadi jika material itu mendarat di planet di mana kehidupan bisa berkembang.

"Studi kami tidak membuktikan lithopanspermia benar-benar terjadi, tetapi menunjukkan bahwa itu adalah kemungkinan yang terbuka," kata dia.

"A Child is Born", Fotografi Transformasi Sperma Hingga Janin

Lennart Nilson adalah seorang fotografer asal Swedia yang terkenal dengan karyanya yang berjudul "A Child is Born". Proyek foto ini berisikan karya Lennart yang mengambil gambar proses pembentukan janin hingga janin tersebut dewasa dan siap untuk dilahirkan ke bumi.


Pertama kali Lennart membuat proyek ini ditahun 1953, dan baru selesai di tahun 1965. Setiap tahun Lennart selalu berusaha memperbaharui karyanya.

Biasanya Lennart hanya menggunakan kamera endoskopi dan mikroskop elektron dalam mengambil gambar sperma dan janin. Hingga kini apa yang didokumentasikan oleh Lennart merupakan salah satu foto yang membawa banyak kemajuan di bidang kesehatan.


Sperma





Sel telur




Saat sperma membuahi sel telur




Embrio





Janin 8 Minggu





Janin 10 minggu,
kelopak mata mulai terbentuk.





Janin 16 minggu, aliran darah mulai bisa terlihat.






Janin 18 minggu,
mulai bisa mendengar suara dari luar.




Janin 20 minggu




Janin 26 minggu



Sumber : memobee.com

Wednesday, 17 October 2012

Gunung yang "Tenggelamkan" Kota Atlantis Kini Bangkit

Batuan cair menggelegak panas di bawah pulau gunung berapi Santorini, di Laut Aegea, Yunani, tempat di mana salah satu erupsi gunung berapi terdahsyat di Bumi terjadi, dalam kurun waktu 10.000 tahun. 

Letusan itu terjadi sekitar 3.600 tahun lalu. Kala itu sekitar tahun 1620 Sebelum Masehi, Santorini meletus dahsyat, memicu tsunami setinggi 12 meter yang menyapu bersih peradaban Minoa di Yunani, dan mungkin telah melahirkan salah satu legenda yang menyandera imaji manusia: misteri kota Atlantis yang hilang. 


Dan, gunung itu kini menunjukan tanda-tanda kebangkitannya. Dalam 1,5 tahun terakhir, kamar magma di bawah pulau gunung berapi itu menggelembung sebesar 20 juta meter kubik atau 15 kali ukuran London Olympic Stadium -yang digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan olimpiade 2012-. Massa magma raksasa juga telah menyebabkan kenaikan pulau setinggi 14 centimeter. Demikian studi terbaru yang dimuat di jurnal Nature Geoscience.

Penelitian terbaru ini menindaklanjuti laporan sebelumnya, yang juga dikeluarkan tahun ini, yang menyatakan kebangkitan aktivitas gempa baru di bawah gunung berapi, setelah ia diam dan tenang selama 25 tahun terakhir.

Laporan tersebut menimbulkan kekhawatiran, gunung itu bisa meletus dalam waktu dekat, meski kapan persisnya itu bakal terjadi, belum bisa dipastikan. 


"Sebelumnya kami sama sekali tidah tahu perilaku gunung api itu selama periode jeda antar erupsi," kata David Pyle, peneliti Oxford University dan salah satu penulis laporan kepada situs sains Our Amazing Planet. "Saat ini, sepertinya ruang magma di bawah gunung berapi seperti Santorini tumbuh makin besar." 

Saat meletus 1620 SM, gunung itu merusak peradaban di Laut Aegea, menghancurkan pulau-pulau di sekitarnya. Dari atas udara, kawah bekas letusannya kini hanya berupa wilayah kecil di antara koleksi pulau-pulau besar Yunani di Laut Aegea. 

Awal tahun ini, sensor global positioning system (GPS) yang dipasang di kaldera mendeteksi pergerakan baru mengukur serangkaian gempa bumi kecil.

Aktivitas seismik diyakini bisa memicu erupsi, dan sering menjadi pertanda bahwa sebuah gunung sedang bersiap untuk meletus dalam waktu relatif dekat. Namun, yang membingungkan, alih-alih naik, aktivitas seismik justru menurun drastis dalam waktu beberapa bulan. 

Bagaimana jika Santorini kembali meletus? Apakah efeknya akan sama mengerikannya seperti di masa lalu?

Menurut para peneliti, tragedi yang sama tidak akan berulang kembali. Apalagi sampai menyapu perabadan seperti di era Minoa. Sebab, ukurannya jauh lebih kecil. 

"Santorini memang terkenal dengan letusan dahsyatnya di masa lalu. Namun erupsi sebesar itu mungkin hanya terjadi tiap 20.000 tahun," kata Pyle. Meski demikian, para ahli memperingatkan, gunung api itu wajib untuk terus diawasi. 


Kaitan dengan Atlantis


Masih terkait letusan Santorini di masa lalu, ada banyak spekulasi tentang kaitannya dengan legenda Atlantis, yang menurut Plato, tenggelam di dasar lautan.

Meski sebagian ilmuwan berpikir, itu hanya sekedar cerita yang dibuat-buat, lainnya berpendapat, cerita soal letusan gunung itu mungkin membangkitkan kisah tentang sebuah kerajaan yang hilang, tentang peradaban Minoa yang nyata pernah hidup dan berkembang di Mediterania.

Seperti diungkap Plato dalam "Timaeus" dan "Critias" , Atlantis terhampar "di seberang pilar-pilar Herkules". 

Pulau berperadaban maju itu memiliki angkatan laut yang menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra. "Hanya dalam waktu satu hari satu malam".

Sejumlah spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut ia tenggelam di Kepulauan Mediterania, Gurun Sahara, Amerika Tengah, Antartika, Spanyol, bahkan Indonesia. 


Sumber : apakabardunia.com

Venus, Kucing Misterius Berwajah Dua

Venus adalah kucing paling misterius di dunia. Kucing ini punya ciri-ciri yang belum bisa dijelaskan dengan gamblang secara sains. Venus punya dua wajah dan bermata biru.


Venus telah memiliki laman Facebook sendiri, demikian juga video di Youtube. Akun jejaring sosial milik kucing ini telah dilihat oleh jutaan orang. Keunikan venus menuai kekaguman.

Wajah Venus terbagi dua. Salah satu sisi wajah kucing ini berwarna hitam dengan mata hijau. Sementara, sisi lainnya berwarna coklat oranye dengan mata biru. Wajah kucing ini tepat "terbelah" di tengah.

Mata Venus juga berwarna biru, padahal mata kucing sejenisnya biasanya berwarna kuning atau hijau. Mata biru biasanya didapatkan pada jenis kucing Siamese atau kucing yang sebagian besar tubuhnya berwarna putih. 


Leslie Lyons, profesor dari University of California, Davis, yang mempelajari genetika kucing mengatakan, "Dia (Venus) sangat-sangat langka. Tapi Anda bisa menjelaskan dan memahaminya."

Seperti dikutip National Geograpfic, Lyons menambahkan, "Dia adalah salah satu misteri."

Banyak laporan menjelaskan bahwa Venus adalah chimera. Dalam mitologi, chimera adalah monster yang merupakan gabungan dari beragam hewan. Sementara, kucing chimera adalah kucing dengan dua tipe DNA, terjadi karena fusi dua embrio.

Kucing chimera tidaklah langka. Banyak kucing jenis tortoiseshell jantan yang merupakan chimera. Warna hitam dan spot berwarna oranye menandai bahwa kucing memiliki ekstra kromosom X.

Namun demikian, kucing betina sudah memiliki dua kromosom X. Jadi, bintik oranye bisa muncul tanpa adanya ekstra kromosom X. Jadi, jelas bahwa Venus bukanlah chimera.


Untuk mengetahui bagaimana Venus bisa memiliki karakteristik itu, tes DNA perlun dilakukan. Lyons menuturkan, sampel DNA dari masing-masing sisi wajah bisa diambil dan dianalisis. 

Lyons menduga, ciri tersebut muncul karena proses perkmbangan Venus. Pada awalnya, gen yang menentukan pewarnaan hitam bekerja di salah satu sisi wajah dan gen pewarnaan oranye di wajah lain. Ketika berkembang, dua bagian bertemu tepat di tengah, menghasilkan kucing yang punya dua wajah. 


Sumber : apakabardunia.com

Masih Ada yang Lebih Ganas dari T-rex

Apakah Anda masih mengira Tyrannosaurus rex atau T-rex adalah predator yang paling berbahaya yang pernah ada? Coba pikirkan lagi!

Carcharocles megalodon atau yang lebih dikenal dengan sebutan megalodon kiranya merupakan predator yang paling berbahaya yang pernah ada. Hal ini berdasarkan pernyataan Chuck Ciampaglio, seorang ahli paleontologi dari The Wright State University.


Megalodon adalah hiu dari masa prasejarah yang sudah punah dan dikenal dengan nama lain big tooth atau si gigi besar.

Ciampaglio mengatakan bahwa habitat hiu bergigi besar ini berada di Bakersfield, California, AS, lebih dari 2 juta tahun yang lalu.


Tempat lain seperti Chesapeake Bay juga merupakan daerah yang banyak terdapat hiu, mamalia laut, dan ikan. Namun, beberapa predator lain yang jauh lebih besar hidup di laut dangkal seperti Maryland, Teluk Virginia.


Tidak banyak yang tahu tentang hiu ganas yang memiliki panjang sekitar 50 kaki yang diperkirakan sudah merajai lautan selama 25 juta tahun.

Selain berukuran panjang, hiu tersebut ternyata juga memiliki gigi. Hal ini diketahui dari fosilnya yang berukuran 7 inci atau sekitar 17,5 cm.


Para peneliti juga yakin kalau dalam rantai makanan, megalodon berada di atas T-rex.

"T-rex tidak memiliki kesempatan untuk melawan dia," kata Ciampaglio. "Sepertinya kepala T-rex akan pas masuk ke dalam mulut hiu ini." 


Sumber : sains.kompas.com

Dari Tertinggi Hingga Terendah di Bumi

Mungkin sebagian Anda sudah ada yang tahu tentang titik terendah dan titik tertinggi di Bumi ini. Nah akan kita coba bahas lebih mendalam, tidak hanya tentang tertinggi dan terendah, namun juga pengetahuan dasar lainnya tentang Bumi ini hanya dalam gambar.






Keterangan:

1. Batas ketinggian Bumi adalah 36.000 kaki = 10972,8 M (1 kaki = 0,309 m)

2. Warna dari air laut di Bumi mencerminkan konsentrasi klorofil, hijau merupakan yang tertinggi.

3. Batas pesawat terbang (umum) tertinggi adalah 32.000 kaki.

4. Puncak tertinggi Everest ( 29.029 kaki ) dan waktu yang dibutuhkan untuk memasak telur pada ketinggian tersebut adalah 18 menit 33 detik.

5. Puncak pegunungan tertinggi ke 2 di dunia berada pada 28.251 kaki.

6. Tekanan udara pada ketinggian tersebut adalah 0,33 ATM

7. 26.000 kaki adalah batas udara yang mengandung oksigen, lebih dari ketinggian tersebut harus menggunakan alat bantu pernafasan.

8. Awan tertinggi ( cirrus ) berada pada ketinggian 24.000 kaki.

9. Pegunungan tertinggi ke 3 di dunia berada pada 22.841 kaki.

10. Pegunungan tertinggi ke 4 berada pada 20 320 kaki.

11. Pegunungan tertinggi ke 5 ( Kilimanjaro ) berada pada 19.334 kaki.

12. Pegunungan tertinggi ke 6 berada pada 18.510 kaki

13. Pegunungan tertinggi di Antartika berada pada ketinggian 16.050 kaki.

14. Pegunungan tertnggi ke 8 di dunia berada di Indonesia ( puncak Jaya Wijaya ) berada pada ketinggian 16.024.

15. 20% Atmosphere terdiri dari oksigen.

16. Kota tertinggi di dunia berada pada 11.450 kaki.

17. Geographic South Pole di Antartika berada pada ketinggian 9.306.

18. Awan paling terendah ( cumulus ) berada pada ketinggian 7000 kaki.

19. Kota tertinggi ke 2 di dunia berada pada 5.280 kaki

20. Perbandingan menara dan bangunan tertinggi di dunia.

21. Tekanan dalam air dibawah kedalaman 1000k adalah 10 ATM.

22. 800 kaki adalah rekor kedalaman penyelaman manusia dengan menahan napas.

23. Rekor penyelaman menggunakan scuba adalah 1000 kaki.

24. Tekanan air mencapai 50 ATM.

25. Rekor penyelaman menggunakan alat selam anti tekanan 2000 kaki.

26. 2000 - 3000 kaki merupakan daerah Mesopelagic. Temperaturnya 39 fahrenheit / 4 derajat celcius.

27. 3000 kaki adalah batas cahaya Matahari di dalam laut.

28. Penyelaman kapal selam nuklir terdalam adalah 3500 kaki, tekanan mencapai 100 ATM.

29. Pencegah ledakan minyak Bumi berada pada kedalaman 5000 kaki. Tekanan mencapai 150 ATM.

30. "Laut dalam" itu lebih dari 5900 kaki.

31. Bathypelagic ( zona tengah malam ) tidak terkena cahaya Matahari sedikitpun, dan hiu biasanya menyelam sampai kedalaman 7000 kaki.

32. Collosal Squid berada pada kedalaman 7500 kaki.

33. 9500 kaki adalah penyelaman terdalam mamalia laut oleh paus sperma.

34. Lantai laut terdalam 12.080 kaki, tekanan mencapai 355 ATM.

35. Bangkai kapal TITANIC berada pada kedalaman 12.460 kaki.

36. 14.000 kaki adalah ikan yang paling terdalam yang pernah ditemukan ( fangtooth ).

37. Abyssopelagic ( dibawah zona tengah malam ) 15.000 kaki banyak terdapat gunung berapi.

38. 17.000 kaki tekanan mencapai 500 ATM.

39. 18.000 kaki rekor pengeboran minyak Bumi ( dalam laut ) terdalam.

40. Tekanan mencapai 750 ATM pada kedalaman 25.000 kaki.

41. Hadopelagic ( "zona hades" - zona palung - palung terdalam ) 27.000 kaki.

42. Palung Puerto Rico ( titik terendah laut atlantik ) berada pada 28.232 kaki.

43. Palung Mariana ( rekor penyelaman terdalam manusia ) 35.814 kaki dengan tekanan mencapai 1.100 ATM. 


Sumber : belantaraindonesia.org