Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Friday, 19 October 2012

10 Pekerjaan yang Cocok Untuk Seorang Pemalu

Banyak orang yang memiliki sifat pemalu merasa kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Dunia kerja membutuhkan kemampuan berkomunikasi yang baik antar sesama pegawai, serta kekompakan kerja tim yang solid. Namun bagi si pemalu, hal ini merupakan sebuah kesulitan tersendiri. 


Namun ada juga beberapa profesi yang tidak membutuhkan hal-hal tersebut dan cukup menunjukkan kemandirian karakter dan profesionalisme kerja. 

10 profesi ini diperkirakan cocok untuk orang yang memiliki sifat pemalu. Gaji yang ditawarkan pun cukup tinggi seperti yang dijabarkan oleh Alina Dizik, penulis dari situs Careerbuilder. 


1. Ahli Perangkat Lunak 


Dibutuhkan kemampuan analisa yang tinggi. Hal-hal yang berhubungan dengan perangkat lunak dan komputerisasi ini membutuhkan seseorang yang memang biasa menyelesaikan problem tanpa bantuan orang lain. Tantangannya, ia harus tetap update dengan perkembangan dunia teknologi terkini.


2. Farmasi 


Bagi mereka yang pemalu, dunia farmasi menawarkan banyak waktu untuk bekerja sendiri, namun tidak tertutup kemungkinan untuk membuka obrolan dengan orang lain, dalam hal ini pasien. Dengan ritme kerja harian yang tetap, banyak pekerja memiliki waktu untuk diri sendiri dengan obat-obatan yang siap diracik.


3. Akuntan 


Seorang akuntan memiliki banyak waktu pribadi untuk menyelesaikan masalah-masalah keuangan yang kompleks. Ditemani oleh dokumen-dokumen pemasukan dan pengeluaran perusahaan, ia akan berkutat dengan angka-angka yang membutuhkan fokus tingkat tinggi. Tentu saja hal ini membuatnya tidak boleh diganggu dan membuatnya banyak bekerja seorang diri.


4. Paralegal 


Seorang paralegal memiliki sistematika kerja mirip dengan akuntan, bedanya ia akan berkutat dengan isi kontrak yang disesuaikan dengan jalur hukum. Profesi ini sangat sesuai bagi mereka yang senang melakukan riset, terutama pasal-pasal hukum maupun detail perjanjian. Pekerjaan ini tidak membutuhkan tim dan bagus sebagai batu loncatan karir di bidang hukum.


5. Desainer Grafis 


Bekerja dengan waktu yang fleksibel, seorang desainer grafis bekerja secara independen menghasilkan proyek yang berbeda-beda untuk klien. Dengan kreativitas dan imajinasi yang tinggi, profesi ini sangat sesuai bagi mereka yang senang bekerja seorang diri.


6. Seniman 


Profesi ini tidak membutuhkan atasan maupun bawahan. Ia bisa bekerja kapanpun ia mau. Menghasilkan sebuah karya dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Interaksi dengan orang lain hanyalah alternatif, yakni saat ia berbincang dengan calon pembeli saat pameran karyanya.


7. Penerjemah 


Menerjemahkan bahasa merupakan kemampuan yang dicari oleh banyak profesi lainnya, mulai dari dunia politik hingga bisnis. Sekali bekerja, seorang penerjemah mendapatkan honor yang cukup besar, namun ia dituntut untuk mempersiapkan diri untuk kata-kata yang sulit sesuai permintaan kliennya. Ia pun bisa membuat bisnis sendiri dengan membuka agensi khusus penerjemah.


8. Penulis 


Bagi mereka yang hobi menulis, pekerjaan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk merangkum sekumpulan daya imajinasi maupun fakta ke dalam sebuah buku. Fokus dengan tulisannya, seorang penulis tidak bisa diganggu saat sedang menyelesaikan sebuah buku. ia juga banyak menggunakan referensi dari buku lainnya, yang mana hal ini akan membuatnya banyak bekerja sendirian.


9. Analisis Pasar 


Dalam dunia bisnis, profesi ini dibutuhkan untuk menetapkan langkah yang tepat sebelum memulai suatu proyek besar yang mengeluarkan banyak modal perusahaan. Ia harus melakukan riset terhadap pasar, mulai dari tren, pembeli, kondisi negara dan banyak detail lainnya. 

Orang dengan sifat pemalu akan menemukan dirinya sibuk dengan serangkaian tugas yang berhubungan dengan pengumpulan data. Dalam banyak kasus, si pemalu justru bisa menjadi lebih sosial karena profesi ini juga melibatkan nara sumber.


10. Insinyur Sipil 


Kerja tim memang salah satu bagian dari pekerjaan ini, namun saat pekerjaan masuk ke tahap yang lebih detail, seorang insinyur sipil membutuhkan fokus bekerja seorang diri. Mengerjakan proyek infrastruktur seperti terowongan hingga jalan layang, merupakan sebuah profesi yang menuntut tanggung jawab tinggi, karena hasil kerjanya akan digunakan oleh orang banyak. 


Sumber : menujuhijau.blogspot.com

Deja Vu yang Masih Menjadi Misteri...


Pernah mengalami situasi yang secara sadar kamu mengenal betul situasi itu, dan yakin telah kamu lalui sebelumnya? Atau mungkin mengalami suatu situasi saat kamu bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dan kemudian hal itu benar-benar terjadi seperti yang kamu rasakan karena telah kamu lalui sebelumnya? Jika kamu pernah mengalami hal-hal tersebut, itulah yang dinamakan Deja vu.
 
  
Apakah Deja vu itu? 
 
Deja vu, diambil dari Bahasa Perancis, adalah suatu perasaan ketika seseorang mengalami sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Singkatnya, deja vu berarti, "pernah mengalami."

Deja vu merupakan peristiwa di mana seseorang merasa yakin telah mengalami situasi baru sebelumnya. Selama mengalami sebuah situasi baru, seseorang merasakan suatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lalu. Seseorang merasa telah melalui hal yang sama baru saja terjadi di masa lalu atau telah melihat hal itu dalam mimpinya.

Istilah Deja vu ini pertama kali diperkenalkan oleh Emile Boirac yang merupakan seorang peneliti di bidang psikologi berkebangsaan Perancis. Kebanyakan mereka yang mengalami Deja vu mengklaim telah melihat sesatu dalam mimpi mereka atau sangat yakin telah melihat itu beberapa waktu yang lalu.

Sekelompok orang mengasosiasikannya dengan gangguan pada otak sedangkan lainnya menghubungkan Deja vu dengan kehidupan lain di masa lalu. Apa sih sebenarnya Deja vu ini? Mari kita telusuri bersama.

 
Beberapa Jenis Deja vu
 
Deja Senti: perasaan ini merujuk pada sesuatu "yang sudah dirasakan". Hal itu merupakan fenomena kejiwaan dan para peneliti meyakini bahwa sesuatu yang telah dirasakan di masa lalu itu sangat mirip dengan yang dirasakan saat ini. Kesamaan pada kedua pengalaman tersebut membuat seseorang merasa bahwa dia telah merasakan hal yang sama di masa lalu.

Deja Vecu: suatu perasaan bahwasanya segala sesuatu yang sedang terjadi baru saja itu identik dengan apa yang terjadi sebelumnya serta satu gagasan tidak wajar tentang apa yang akan terjadi berikutnya. Diterminologikan sebagai Deja vecu. Seseorang yang mengalami perasaan Deja vecu mengklaim telah mengetahui apa yang sedikit lagi akan terjadi dan kadang kala merasa telah mengingat hal tersebut.

Deja Visite: bentuk Deja vu ini merupakan suatu perasaan pernah mengunjungi suatu tempat yang benar-benar baru. Seseorang yang mengalami bentuk Deja vu ini mengklaim memiliki pengetahuan tentang sebuah tempat yang belum dikunjungi. Seseorang mengklaim mengetahui letak geografi suatu tempat, ketika dia belum pernah ke sana dalam kenyataannya.

Para peneliti telah lama mencari berbagai sebab di balik Deja vu. Mereka mengasosiasikan penyakit-penyakit seperti schizophrenia, kegelisahan atau gangguan neurologi lainnya. Para peneliti belum mencapai kesuksesan dalam membangun hubungan antara penyakit-penyakit tersebut dengan Deja vu.

Namun, para peneliti telah menemukan bahwa Deja vu bisa saja merupakan hasil dari kegagalan sistem kelistrikan otak. Deja vu dipercaya sebagai suatu sensasi yang salah pada ingatan atau memori.

Beberapa obat-obatan juga dipercaya sebaga salah satu faktor yang memicu Deja vu. Obat-obatan seperti amantadine dan phenylpropanolamine telah diteliti sebagai penyebab perasaan Deja vu. Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan aksi hyperdopaminergic pada area mesial temporal otak yang menyebabkan Deja vu.

 

Deja Vu dalam lab

Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. 

Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. 

Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.

Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. 

Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.
 



Otak manusia merupakan organ yang kompleks dan sangat menarik. Sudah merupakan kecenderungan, bahwa otak untuk menarik kesimpulan dari berbagai situasi yang berbeda. Otak seringkali mencoba untuk bereksperimen mereproduksi suatu situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Oleh karena itu antisipasi beberapa kejadian oleh seseorang bisa membuat orang tersebut berpikir bahwa dia telah mengalami suatu kejadian yang sama di masa lalu.

Yang menarik di sini, bisa saja terjadi bahwa salah satu dari mata kita melihat sesuatu sebelum mata yang lain. Satu mata merekam kejadian sebelumnya. Mata yang lainnya, yang merekam kejadian yang sama beberapa milidetik kemudian, membuat otak merasakan ingatan.

Salah satu mata merasakan sesuatu dan otak mengartikannya. Mata lain yang tertinggal beberapa milidetik merasakan hal yang sama dan mengirim gambar tersebut ke otak. Begitu otak merasakan hal yang sama beberapa milidetik kemudian, orang tersebut merasa bahwa dia telah melihat itu sebelumnya. Namun gagasan ilmiah ini tidak dapat menjadi alasan tepat untuk Deja vu karena orang yang hanya memiliki satu mata juga mengalami Deja vu.

Pada akhirnya, deja vu masih jadi misteri ilmu pengetahuan. Beberapa teori terkait dengan Deja vu pada kemampuan fisik tertentu yang dimiliki manusia. Di lain pihak, orang lain mengatakan bahwa perasaan Deja vu merupakan hasil dari kehidupan lain di masa lalu.

Seperti Apa Kamu? Coba Dengan Test ini...


Ada sebuah tes untuk mengetahui seperti apa pribadi kita. Tes ini dikembangkan psikolog (anonim) yang selalu diuji selama beberapa tahun terakhir. Mungkin, hasil kesimpulannya tidak mutlak benar, namun setidaknya sekadar permainan untuk mengetahui kepribadian kita. Ayo kita coba.

 

fellowshipofminds.wordpress.com


Caranya mudah:
- Ada 9 buah gambar di bawah ini.
- Perhatikan baik-baik
- Pilih SATU SAJA gambar yang paling kamu suka
- Lalu lihat kesimpulannya di bawah

Catatan:
Ingat, pilihan harus jujur dan tidak boleh dimanipulasi.










Kesimpulan sesuai nomor yang dipilih

 
Gambar Nomor 1. Introspektif, Sensitif, Reflective
 
- Kamu lebih sering dan fokus terhadap diri dan lingkungan sendiri daripada berinteraksi dengan orang lain.
 
- Kamu membenci kedangkalan, lebih senang menyendiri daripada terluka karena bisikan orang. Tapi hubungan kamu dengan teman-teman sangat intensif, yang memberikan kamu ketenangan dan keserasian yang kamu butuhkan untuk merasa baik. Bagaimanapun, itu bukan masalah bagi kamu untuk menyendiri beberapa waktu tanpa menjadi bosan.

 
Gambar Nomor 2. Mandiri, Tidak biasa (tidak konvensional), Tak tertekang
 
- Kamu menginginkan kebebasan dan ketidakterikatan hidup yang membiarkan kamu menentukan jalan kamu sendiri.
 
- Kamu memiliki bakat artistik dalam kerjaan dan aktifitas luang. Desakan untuk bebas kadang menyebabkan kamu melakukan perbuatan yang sangat berlawanan dengan apa yang kamu inginkan.
 
- Gaya hidup kamu sangat individual. Kamu tidak akan meniru secara buta apa yang sedang “hype”, di sisi lain kamu mencari kehidupan yang sesuai dengan cita-cita dan dan pendirianmu, bahkan bila harus berenang melawan arus.

 
Gambar Nomor 3. Dinamis, Aktif Mementingkan hal-hal lahir
 
Kamu sungguh berkeinginan untuk menerima beberapa resiko dan berkomitmen kuat dalam menukar ketertarikan dan pekerjaan yang bervariasi. Apa yang paling kamu sukai adalah bisa memainkan peran dalam banyak bidang. Dalam melakukannya, inisiatif kamulebih kuat.

 
Gambar Nomor 4. Bersahaja, Sangat teguh pendirian, harmonis
 
- Kamu menghargai gaya dan cinta alami yang tidak rumit. Orang mengagumi kamu karena kamu memiliki kemampuan kuat sehingga orang lain menggantungkan harapannya pada kamu.
 
- Kamu merasa hangat dan manusiawi. Kamumenolak segala sesuatu yang mencolok dan usang.
 
- Kamu cenderung ragu pada tingkah/perubahan trend mode. Bagi kamu, pakaian harus praktis dan bagus, tidak perlu menonjol.

 
Gambar Nomor 5. Professional, Pragmatis, Percaya diri
 
- Kamu bertanggung jawab pada hidup kamu, meletakkan lebih kecil keberuntungan kamu dan lebih kepada perbuatan sendiri.
 
- Kamumemecahkan masalah dengan tindakan yang praktis dan tidak rumit.
 
- Kamumemandang secara realistis sesuatu dalam hidup dan menanganinya dengan baik.
 
- Kamudiberi tanggung jawab yang besar dalam pekerjaan, karena orang tahu bahwa kamu dapat diandalkan. Kekuatan tegas terhadap kemauan akan memproyeksikan keyakinan kamu terhadap orang lain.
 
- Kamu tidak akan pernah benar-benar merasa puas sampai semua cita-cita kamutercapai.

 
Gambar Nomor 6. Tenang/Damai, Bijaksana, Tidak Agresif
 
- Kamu menanggapi hidup mudah karena bijaksana.
 
- Kamu mendapatkan teman tanpa kesukaran karena menikmati keprifasian kamudan kemandirian. Tetapi kamu sering menjauh darinya dan menyendiri dari waktu ke waktu untuk merenungi arti kehidupan dan menikmati sendiri. Kamu membutuhkan tempat untuk persembunyian yang indah, walau kamu bukan tipe penyendiri.
 
 - Kamu tenang terhadap diri sendiri dan dunia, dan menghargai hidup dan apa yang dunia tawarkan.

 
Gambar Nomor 7. Riang, Suka bermain/melucu, menyenangkan
 
- Kamu menyukai kehidupan yang bebas dan spontan, dan kamu berusaha menikmatinya secara penuh karena memegang moto ”hidup hanya sekali.'
 
- Keingintahuan kamu besar dan terbuka terhadap segala sesuatu yang baru. Kamu berkembang dengan perubahan. Kamu menganggap lingkungan sekitar serbaguna dan selalau memberikan kejutan.

 
Gambar Nomor 8. Romantis, Pemimpi, Emosional
 
- Kamusangat sensitif. Kamu menolak melihat sesuatu dari sudut pandang kesederhanaan dan rasionalitas. Apa yang perasaan kamu katakan sangat penting. Kenyataanya, kamu merasa penting untuk memiliki mimpi-mimpi dalam hidup.
 
- Kamu menolak orang yang mencemoohkan romantisme dan hanya dikendalikan oleh rasionalitas.
 
- Kamu menolak untuk membiarkan sesuatu membatasi keragaman kekayaan mood dan emosi.

 
Gambar Nomor 9. Analitis, Terpercaya, Percaya diri
 
- Kamu mewakili kualitas dan ketahanan yang tinggi. Budaya sangat mempengaruhi kehidupan kamu.
 
- Kamu telah temukan kehidupan kamu sendiri, yaitu elegan/luwes dan eksklusif, bebas dari pengaruh mode.

Sumber: forum.viva.co.id