Showing posts with label Penemuan. Show all posts
Showing posts with label Penemuan. Show all posts

Friday, 19 October 2012

Planet Hunian Alien Sudah Ditemukan?


Astronom mengklaim telah menemukan dua planet "alien" (asing) yang berputar di sepasang bintang. Astronom mengatakan bahwa sepasang bintang ini merupakan sistem tata surya dengan matahari kembar yang menyerupai dunia fiksi Luke Skywalker (star wars), Tatooine.

Dilansir MSN, Sabtu (1/9/2012), sebagian besar bintang seperti matahari dan planet-planet, termasuk bumi, bukan merupakan bintang yang "lajang" (bintang tunggal).  Astronom mengungkapkan bahwa matahari memiliki pasangan yang mengorbit satu sama lain.


Ilmuwan menemukan planet dalam sistem biner, yang disebut planet circumbinary dengan dua matahari seperti Tatooine dalam kisah Star Wars. Untuk menemukan planet circumbinary, astronom menganalisis data dari teleskop luar angkasa Kepler NASA.

Teleskop luar angkasa tersebut telah mendeteksi lebih dari 2.300 potensi planet alien sejak peluncurannya pada Maret 2009. Hingga saat ini, Kepler berhasil mendeteksi empat sistem dengan planet circumbinary, Kepler-16, 34, 35 dan 38.

Ilmuwan kini mengumumkan deteksi dari Kepler-47, yaitu sistem pertama terkait planet asing yang melingkari sepasang bintang. Bintang dan planetnya tersebut, disebut Kepler-47b dan Kepler-47c, yang berdiam sekira 5000 tahun cahaya di konstelasi Cygnus.

"Kepler-47 menunjukkan kepada kami bahwa bintang biner memiliki kedekatan dengan sistem planet, seperti yang kami lihat di bintang tunggal," ujar peneliti Jerome Orosz di San Diego Sate University kepada SPACE.com.

Menurutnya, Sebagian besar bintang di galaksi berada dalam biner atau beberapa sistem tertinggi. Sehingga, fakta bahwa planet dapat hadir dalam sistem jenis ini adalah penting.

"Jika kami dibatasi untuk mencari planet di sekitar bintang tunggal, kami akan kehilangan sebagian besar bintang di galaksi," pungkasnya.

Catatan
Analisa dan teori planet asing tersebut sebagai tempat tinggal alien masih perlu dipertanyakan. Perlu banyak penelitian dan pembuktian akan hal tersebut. Yang pasti, temuan bintang kembar dan planet lain yang memiliki sumber kehidupan seperti bumi merupakan lompatan besar dalam bidang sains astronomi.

Sumber: scoop.it

Crop Circle Ditemukan di Kedalaman 25 Meter Dasar Laut

Sebuah pola melingkar unik seperti "Crop Circle" ditemukan di laut Amami Oshima, selatan Jepang. Seorang fotografer lepas senior, Yoji Ookata, yang telah mendokumentasikan kehidupan bawah laut sejak 50 tahun lalu, mengatakan ini luar biasa.


Menurut Ookata, crop circle ini ditemukan di kedalaman 25 meter di dasar laut. Lingkaran ini berdiameter dua meter dan membentuk pola-pola yang sistematis. 

Siapa yang menciptakannya? Ookata lalu meminta koleganya di stasiun televisi nasional jepang, NHK, untuk menginvestigasi. 


Mereka kembali menyelam ke dasar laut untuk mendokumentasikan hal ajaib yang diklaim baru ditemukan pertama kali itu. 

Saat tiba di lokasi crop circle itu, Ookata dan tim terkejut mengetahui lingkaran terpola itu diciptakan oleh seekor ikan gembung (pufferfish). "Lingkaran itu digambar dengan siripnya," ujarnya.



Menurutnya, sang ikan membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan karya tersebut. Tujuan pembuatan karya ini rupanya untuk memikat ikan gembung betina. Setelah itu mereka berkembang biak, crop circle itu jadi tempat bersarangnya telur-telur mereka.

"Semakin tinggi dan rumit pola gundukan lingkaran itu, betina semakin tertarik," ujarnya.



Penemuan ini mengusik permukaan ilmu tentang laut. Di planet biru yang komposisinya 70 persen dipenuhi air ini, eksplorasi ilmu tentang laut diperkirakan baru mencapai lima persennya saja. 


Sumber : tempo.co

Wednesday, 17 October 2012

Venus, Kucing Misterius Berwajah Dua

Venus adalah kucing paling misterius di dunia. Kucing ini punya ciri-ciri yang belum bisa dijelaskan dengan gamblang secara sains. Venus punya dua wajah dan bermata biru.


Venus telah memiliki laman Facebook sendiri, demikian juga video di Youtube. Akun jejaring sosial milik kucing ini telah dilihat oleh jutaan orang. Keunikan venus menuai kekaguman.

Wajah Venus terbagi dua. Salah satu sisi wajah kucing ini berwarna hitam dengan mata hijau. Sementara, sisi lainnya berwarna coklat oranye dengan mata biru. Wajah kucing ini tepat "terbelah" di tengah.

Mata Venus juga berwarna biru, padahal mata kucing sejenisnya biasanya berwarna kuning atau hijau. Mata biru biasanya didapatkan pada jenis kucing Siamese atau kucing yang sebagian besar tubuhnya berwarna putih. 


Leslie Lyons, profesor dari University of California, Davis, yang mempelajari genetika kucing mengatakan, "Dia (Venus) sangat-sangat langka. Tapi Anda bisa menjelaskan dan memahaminya."

Seperti dikutip National Geograpfic, Lyons menambahkan, "Dia adalah salah satu misteri."

Banyak laporan menjelaskan bahwa Venus adalah chimera. Dalam mitologi, chimera adalah monster yang merupakan gabungan dari beragam hewan. Sementara, kucing chimera adalah kucing dengan dua tipe DNA, terjadi karena fusi dua embrio.

Kucing chimera tidaklah langka. Banyak kucing jenis tortoiseshell jantan yang merupakan chimera. Warna hitam dan spot berwarna oranye menandai bahwa kucing memiliki ekstra kromosom X.

Namun demikian, kucing betina sudah memiliki dua kromosom X. Jadi, bintik oranye bisa muncul tanpa adanya ekstra kromosom X. Jadi, jelas bahwa Venus bukanlah chimera.


Untuk mengetahui bagaimana Venus bisa memiliki karakteristik itu, tes DNA perlun dilakukan. Lyons menuturkan, sampel DNA dari masing-masing sisi wajah bisa diambil dan dianalisis. 

Lyons menduga, ciri tersebut muncul karena proses perkmbangan Venus. Pada awalnya, gen yang menentukan pewarnaan hitam bekerja di salah satu sisi wajah dan gen pewarnaan oranye di wajah lain. Ketika berkembang, dua bagian bertemu tepat di tengah, menghasilkan kucing yang punya dua wajah. 


Sumber : apakabardunia.com

Planet Baru Kaya Akan Berlian, Bisakah Dihuni?

Astronom dari Yale University menemukan sebuah planet yang kaya akan berlian. Planet tersebut berukuran dua kali lipat Bumi, mengorbit bintang serupa dan tetangga Matahari. 

"Ini bukti pertama adanya planet batuan yang secara fundamental punya perbedaan komposisi kimia dengan Bumi. Permukaan planet ini lebih banyak ditutupi dengan grafit dan berlian daripada air dan granit," ungkap Nikku Madhusudhan, astronom penemunya.


Planet berlian tersebut bernama 55 Cancri e, memiliki massa 8 kali Bumi sehingga disebut planet Bumi Super. Planet ini merupakan salah satu dari 5 planet yang mengorbit bintang 55 Cancri, berlokasi 40 tahun cahaya dari Bumi.


Apakah planet itu bisa dihuni manusia?

55 Cancri e mengorbit dengan kecepatan tinggi. Satu tahun di planet itu sama dengan 18 jam di Bumi. Suhu planet juga sangat panas, mencapai 2.149 derajat celsius. 

Astronom sebelumnya menduga bahwa 55 Cancri e memiliki air super panas. Namun, observasi menunjukkan bahwa planet itu tak punya air sama sekali. Komposisi planet mayoritas hanya karbon, besi, silikon, dan silikat. Kandungan berlian mencapai 75 persen.

Dengan demikian, planet baru ini tak bisa dihuni. Tinggal di planet kaya berlian ini cuma akan jadi mimpi. 

Penemuan ini, kata Madhusudhan, menunjukkan bahwa planet Bumi Super kaya karbon yang jauh tak bisa lagi diasumsikan punya komposisi sama dengan Bumi. Temuan ini juga membuka peluang studi lain, mengungkap pengaruh komposisi planet pada aktivitas tektonik dan vulkanik.

"Bumi Super kaya berlian ini adalah salah satu penemuan yang menanti kita untuk mengeksplorasi planet yang mengorbit bintang tetangga Matahari," papar Madhusudhan seperti dikutip Physorg. Riset akan dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters. 


Sumber : sains.kompas.com

Drakula Kerdil Purba Ditemukan di Afrika

Palaentolog mengidentifikasi spesies baru dinosaurus berdasarkan analisis pada fosil yang ditemukan di wilayah selatan Afrika 50 tahun lalu. Dinosaurus spesies baru itu punya gigi taring yang panjang sehingga membuatnya tampak seperti drakula.


Spesies baru dinosaurus itu dinamai Pegomastax africanus. Paul Sereno, palaentolog di University of Chicago yang memimpin penelitian, mengatakan bahwa dinosaurus itu hidup 200 juta thaun lalu, memiliki dua kaki yang menapak dan tangan yang mampu menggenggam.

"Panjangnya tak lebih dari 2 kaki (0,6 meter) dan beratnya kurang dari berat kucing rumahan maksimum 15 pound (6,8 kg) serta tubuhnya sebagian besar merupakan ekor dan leher," kata Sereno seperti dikutip Livescience.

Dinosaurus ini punya bulu-bulu tegak. Sekilas, Pegomastax africanus ini tampak seperti landak. Bulu seperti ini sebelumnya pernah ditemukan pada dinosaurus jenis Tianyulong yang ditemukan di wilayah China beberapa waktu lalu.

"Bulu (pada Pegomastax africanus) tidak sekuat pada landak. Bulu-bulu juga tidak tampak dikhususkan untuk membungkus tubuh. Mungkin, bulu itu punya warna untuk membedakan dengan spesies lain atau membuat Pegomastax tampak lebih besar dari yang sebenarnya," papar Sereno.

Menonjol dari moncong dinosaurus yang menyerupa paruh burung beo ini adalah gigi taring yang bergerigi berukuran 0,8 cm dari rahang atas maupun bawah. "Ini membuat dinosaurus itu tampak seperti drakula," papar Sereno.


Meski gigi taring sering dihubungkan dengan hewan karnivora, dinosaurus ini kemungkinan besar merupakan herbivora. Pasalnya, jika rahang terkatup, gigi taring tak saling beririsan sehingga mendukung aktifitas memotong makanan.

"Gigi taring ini mungkin tak ada hubungannya dengan aktifitas menmakan daging. Gigi-gigi itu mungkin digunakan untuk menakuti pesaing, menggigit individu lain, mempertahankan diri, dan mungkin untuk mencari makanan," kata Sereno. Gigi taring bekerja layaknya gunting. 

Genus dan Pegomastax merupakan golongan dinosaurus pemakan tumbuhan yang paling maju saat itu. Temuan ini akan membantu ilmuwan menguraikan evolusi golongan dinosaurus Stegosaurus dan Triceratops. Temuan dipublikasikan di jurnal Zookeys.


Sumber :
kompas.com

UFO Tertangkap Kamera Google Map?


Dua benda aneh mirip piring terbang tertangkap di Google Maps. Yang satu ada di Texas, sementara penampakan benda aneh lainnya ada di New Mexico.

Jarak penampakan kedua benda aneh di langit tersebut terpisah sampai 1.000 mil. Tapi, anehnya mirip. Gambar ini berupa bayangan menyerupai bentuk pesawat UFO, berwarna oranye menyala.



Dikutip dari laman Dailymail, pengguna online dapat melihat dua benda ini di Jacksonville, Texas dan di Sky City Casino Hotel, 32 Indian Service Route 30, Acoma Pueblo, New Mexico.

Gambar ini kemudian memunculkan pertanyaan, bagaimana bentuk piring terbang tersebut bisa terekam di Google.

Kedua objek tersebut sama-sama berada di atas jalan. Gambar piring terbang yang ada di Texas pertama kali diungkapkan warga bernama Andrea Dover kepada sebuah stasiun televisi. Dia menyadari gambar aneh tersebut saat mencari jalan di Google Maps.

Sejauh ini, belum ada yang bisa menjelaskan gambar tersebut, khususnya penduduk di kedua kota. Teori yang paling populer dan masuk akal adalah: gambar mirip piring terbang berpendar tersebut merupakan silau matahari yang tertangkap kamera.

KLTV, stasiun televisi yang berafiliasi dengan ABC sampai mengirimkan wartawannya untuk menginvestigasi gambar tersebut. Tapi, sang wartawan hanya mendapat kata "wow" dari penduduk di Jacksonville.


Sumber: teknologi.news.viva.co.id

Peneliti Temukan Sumber Bunyi yang Paling Menyiksa Manusia

Para peneilti asal University of Newcastle, Inggris menemukan suara paling tak mengenakkan untuk didengar bagi manusia. 

Temuan ini didapat setelah peneliti melihat interaksi di dalam otak sekitar 13 relawan yang diminta mendengar bunyi-bunyian dari 74 bunyi berbeda. Para relawan diminta mendengarkan bunyi-bunyian tersebut sambil otaknya dipindai menggunakan mesin MRI.


Dari penelitian itu ditemukan, gesekan pisau pada botol kaca menempati suara paling tak mengenakkan untuk didengar manusia. 

Suara paling tak mengenakkan nomor dua adalah gesekan ujung mata garpu ke kaca. Sementara bunyi yang paling nyaman didengar dari seluruh sampel tadi adalah suara aliran air.

Sukhbinder Kumar, penanggung jawab penelitian ini mengatakan, ia dan rekannya, Tim Griffiths memilih suara-suara yang tidak memiliki koneksi pengalaman pahit atau emosi tak mengenakkan dalam diri relawan.

Hasil pindai menunjukkan, suara tak mengenakkan bukan saja meningkatkan aliran darah ke korteks auditori otak seseorang, tempat suara diproses, tetapi juga memicu amygdala, area primitif pada otak yang memproses emosi.

"Temuan ini juga menjelaskan kaitan antara korteks auditori dan amygdala. Kami berhasil mengetahui jaringan di dalam otak yang menghubungkan suara dan perasaan tak mengenakkan," jelas Griffiths.

Suara yang berada dalam frekuensi 2000-5000 Hertz adalah suara yang paling tak mengenakkan untuk didengar manusia, kata Kumar.

Temuan ini diharapkan bisa membantu para peneliti mengerti apa yang membuat sebagian orang lebih sensitif terhadap suara tertentu ketimbang orang lain, kata Kumar. 

Harapannya, hal ini bisa membantu memberi jalan lain untuk melihat masalah misophonia, yakni intoleransi/kesensitivitasan berlebih terhadap bunyi, yang sedang didalami oleh Kumar.


Sumber : blogapaaja.com

Bola Mata Raksasa Misterius Ditemukan di Tepi Pantai

Sebuah bola mata raksasa misterius ditemukan seseorang di Pompano Beach, Florida, Amerika Serikat dan menghadirkan banyak pertanyaan mengenai seperti apa pemiliknya. Demikian diberitakan NBC News.


Bola mata raksasa ini ditemukan pada Rabu lalu dan sudah dilaporkan ke Florida Fish and Wildlife Conservation Commission untuk menyimpannya. Setelah itu, akan dikirim ke Fish and Wildlife Research Institute di St. Petersburg, Florida, untuk dianalisa.

Para ahli biota laut tidak bisa segera mengetahui spesies laut terkait mata raksasa misterius itu namun para ahli akan menggunakan tes genetik untuk memecahkan misteri tersebut. Demikian disampaikan juru bicara komisi, Carli Segelson.


Segelson mengatakan pikirannya dipenuhi beragam pertanyaan mengenai kasus ini termasuk sejak foto bola mata raksasa misterius itu terpanjang di page komisi di Facebook. "Foto ini begitu saja menyebar," katanya.

"Dugaan sementara kemungkinan mata itu milik ikan besar," katanya. Kemungkinannya adalah ikan tuna, ikan todak, atau ikan yang berasal dari laut dalam.



Sumber : tribunnews.com